Selasa, 24 April 2012

kerajaan kalingga,a melayu, kediri


1.Kerajaan kalingga:
Bukti sejarah mengenai keberadaan kerajaan kalingga adalah berita cina yang ditulis oleh biksu buddhayang bernama i-tsing. Ia menjelaskan bahwa pada abad ke-7 di daerah jawa tengah bagian utara berdiri sebuah kerajaan yang bernama holing(kalingga) Rakyatnya hidup tentram, makmur, sudah mengenal tulisan, dan mengena ilmu bintang.
Papada tahun 647, kerajaan kalingga diperintah oleh ratu yang bernama sima. Pemerintahannya tegas dan adil, berusaha agar rakyatnya menjadi orang jujur. Hal itu kemudian diuji kebenarannya oleh raja Ta-shih (Ta-shih adalah sebutan orang cina keada muslim, arab, dan Persia), yang mengirimkan utusan untuk meletakan pundi-pundi uang ditengah jalan. Selama tiga tahun pundi-pundi uang tersebuttidak ada yang mengambilnya. Suatu ketika putra mahkota ratu sima secara tida sengaja menyampar pundi-pundi itu sehingga isinya berhamburan. Ratu kemudian memerintahkan agar putranya dihukum mati. Atas pembelaan para penasihat ratu putra mahkota bebas dari hukuman mati. Tetapi jari-jarinya yang mengetuk pundi-pundi itu harus dipotong.

2.Kerajaan melayu :
Bukti sejarah kerajaan melayu oleh para ahli sejarah adalah ditemukannya  patung Aditya Warman Amunghapasa. Kerajaan melayu terletak disekitar sungai batang hari jambi. Sumber sejarah yang mengungkapkan mengenai keberadaan melayu banyak diperoleh dari berita cina.
Berita cina masa Dinasti Tang menjelaskan bahwa negri mo-le-yeu (melayu) pada tahun 644 dan 645 mengirim utusan kecina dengan membawa hasil bumi. Tujuan untuk mempromosikan barang dagangan Me-la-yu. Sumer sejarah lainnya adalah catatan pengelana cina yang bernama I-tsing .   Ia mengungkapkan bahwa pada akhir abad ke-7 kerajaan melayu ditaklukan oleh kerajaan sriwijaya.
Pada abad ke 12, kerajaan melayu menjadi tujuan ekspedisi. Pamalayu kerajaan singhasari. Bukti hubungan antara melayu dengan singhasari adalah raja singhasari mengirim arca Amoghapasa sebagai hadiah bagi srimat tribuwanaraja mauliwarmadewa di melayu.
Kerajaan melayu mencapai kejayaan pada masa Aditywaman . Ia  adalah penganut budha Tiantrayana dan merupakan keturunan pendiri majapahit, Raden Wijaya. Pada masa  Adityawarman, kerajaan melayu berhasil memperluas daerah kekuasaannya hingga daerah pegaruyung(minangkabau). Adityawarman juga berperan membantu Gajah mada ketika menaklukan pulau bali. Hal ni dijelaskan pada arca manjustridi candi jago jawa timur. Adityawarman memerintah hingga tahun 1375.
3.Kerajaan Kediri :
Sumber sejarah yang menjelaskan mengenai kerajaan Kediri antara lain adalah berita cina, yaitu kitab Ling-wai-tai-ta yang ditulis oleh chou ku fei pada tahun 1178.
Raja-raja yang pernah yang pernah memerintah kerajaan kedir antara lain:
Kameswara:
Kameswara (1115-1130), lambing kerajaannya adalah candrakapala, yaitu tengkorak bertaring.
Jayabaya
Jayabaya (1130-1160), lambangnya kerajaannya adalah Narasingha. Jayabaya mampu memimpin Kediri mencapai puncak kejayaan. Ia dianggap sebagai penjelema dewa wisnu. Ia berhasil menghentikan  pertentangan dengan jenggala karena ia berhasil menaklukannya.
Kertajaya:
Kertajaya (1200-1222), lambang kerajaannya adalah garudamuka. Ia adalah raja terakhir Kediri. Pemerintahannya kertajaya tidak mendapat dukungan dari pendeta hindu dan Buddha. Hal itu disebabkan pemerintah kertajaya agar semua pemimpin agama menyembahnya sebagai penguasa alam semesta.
Kesusasteraan dikerajaan kediri berkembang dengan baik. Beberapa pujangga dengan karya sastra yang dihasilkan pada masa kendari antara lain:
Mpu triguna : menulis kakawin ksnayana.
Mpu Dharmaja: menulis kakawin smaradahana.
Mpu tanakung: menulis kakawin lunbdhanaka dan wrettasancaya.
Mpu sedah : menulis kakawin bharatayuda tetapi belum selesai kemudian diselesaikan mpu panuluh.
Mpu panuluh : menulis kakawin hariwangsa dan gathutkacasraya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar